Seperti biasa
Matanya tertuju padamu
Diam-diam
Ditundukan pandangan mata nya sesaat kau melihatnya
Matanya kembali menatap mu
Perlahan
Ia kuatkan tatap nya saat kau balas menatapnya
Empat bola mata itu sibuk bekerja
Saling pandang
Seraya dapat berbicara
Kau lemparkan senyum mu yang dibalas gerak canggung khasnya
Ia mulai menghampirimu
Jemari nya mencoba meraih jemari mu
Namun ragu kau sentak
Kau tatap Ia
Sembari tersenyum
Matamu berbinar
“Tak apa, ini tanganku. Raihlah” ujarmu.
Ia tersenyum
Perlahan jemarinya meraih jemari mu
Satu persatu hingga 5 jemari menjadi sepuluh dalam satu genggam.
Ia kembali menatapmu
Tersenyum
Matanya masih sama
Tetap Indah.
Dituntunnya tangan mu menuju pipi nya
Seketika matamu terpejam
Rindu mu memuncak
Hati mu bergejolak
Di daratkan bibirnya dipunggung tanganmu
Ia berikan kecupan disana.
Lembut.
Kau tak kuasa menolak
Ini terlalu menyenangkan, batinmu.
Ia menatapmu
Dan berkata
“Terimakasih karena menyayangiku, terimakasih untuk maafmu”.
Seperti yang sudah-sudah
Kamu hanya terdiam
Dan saat kau ingin berkata
Ia sudah lepaskan genggammu
Ia biarkan mu
Menatap punggung tegap nya
Berjalan meninggalkanmu.
Tuesday, March 3, 2020
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

0 comment :
Post a Comment