Friday, November 29, 2013

Musim

Dadamu musim 
Degupnya meruntuhkan 
Setiap bulir rindu 
Yang tercecer di sepanjang 
Jalan yang pernah kita lewati bersama 

Dadamu musim 
Deras ketika hujan 
Pamit untuk kesekian kalinya 
Meninggalkan halaman 
Hanya bayangan berayun gontai 

Dadamu musim 
Saat ku terbangun 
Rebah di atasnya 
Yang terlihat hanya 

Kebun bunga yang mulai bermekaran