Dadamu
musim
Degupnya meruntuhkan
Setiap bulir rindu
Yang tercecer di sepanjang
Jalan yang pernah kita lewati bersama
Dadamu musim
Deras ketika hujan
Pamit untuk kesekian kalinya
Meninggalkan halaman
Hanya bayangan berayun gontai
Dadamu musim
Saat ku terbangun
Rebah di atasnya
Yang terlihat hanya
Kebun bunga yang mulai bermekaran
