Friday, December 26, 2014

1:47 PM

Dia tak benar-benar mencintaimu,
kau dan aku sama-sama tahu itu.
Dibawakannya kau bunga,
tetapi bukan kesukaanmu.
Digenggamnya jemarimu,
tetapi tidak cukup mesra.
Dia mencium bibir indahmu,
lalu cepat-cepat menyudahinya.
Puaskah kau dengan cinta seperti itu?
Sampai kapan kau terus duduk disitu,
menunggu dia berbalik menginginimu?

Tuesday, December 16, 2014

aku ingin mencintaimu lebih dini, dari secercah sinar yang menghantarkan pagi.
ingin mencintaimu lebih bergairah dibanding panasnya matahari tengah hari.
ingin mencintaimu lebih wangi dibanding bunga yang tengah mekar.
ingin mencintaimu lebih terang dari kerlap cahaya bintang langit malam.
ingin mencintaimu lebih dan lebih..

Saturday, December 13, 2014

Tanpa mengulang



Ada lagu-lagu yang begitu terputar, ingatan langsung terlempar ke sebuah kenangan. Ada tempat-tempat yang begitu didatangi, pikiran langsung melayang ke sebuah kenangan. Ada wewangian yang begitu terhembus, alam bawah sadar langsung memanggil kenangan. Pada dasarnya kenangan itu mengikuti, begitu kita memutuskan berjalan ke depan.
Ada air mata yang mungkin tumpah, menyesali kenangan yang tidak bisa berulang. Ada senyum lega yang mungkin terburai, mensyukuri kenangan yang akhirnya tercipta. Ada pahit, agar tau rasanya manis. Ada manis, agar tidak lupa bahwa yang ada bukan hanya pahit. Kita punya kenangan, untuk bisa mengambil pelajaran pahit manis itu. Untuk bisa menemukan pijakan yang cukup mantap dalam melanjutkan perjalanan. Kemana? Kita juga tidak tahu.
Ada hal-hal yang dibiarkan Tuhan hilang, agar kita menemukan yang baru. Mungkin hal yang lama itu sudah tidak bisa lagi memberi pelajaran, tidak bisa lagi membahagiakan, bukan lagi yang terbaik. Mungkin ada hal baru yang sejak kita belum lahir pun sudah dituliskan oleh Tuhan. Kita akan berpindah. Kita harus bertemu fase demi fase, sebelum sampai pada tujuan akhir. Dan kita harus punya kenangan, mau pahit mau tidak, yang penting kita punya sesuatu untuk dikenang. Untuk dipelajari.
Pada akhirnya semua hanya masalah waktu. Bukan masalah sudah berpengganti atau belum. Pada akhirnya kita butuh jeda, entah panjang entah pendek, untuk menerima bahwa tidak ada kenangan yang bisa berulang. Untuk meyakini bahwa cara Tuhan mengambil kenangan dan tidak mengizinkannya berulang itu berarti bukti bahwa Tuhan sayang. Bahwa kita tidak boleh memakan lagi roti yang sudah berjamur. Bahwa untuk tahu akhir kisah berseri, kita harus membeli seri baru setelah selesai membaca satu seri, karena mengulang-ulang seri yang sama tidak akan membawa pada akhir apa-apa.
Pada akhirnya, luka butuh waktu untuk pulih, dengan atau tanpa obat.
Akan sampai juga waktunya, dimana mengenang itu melegakan. Semacam pengingat syukur, berterimakasih pada setiap kesempatan yang sudah kita temukan. Yang sudah membuat kita kehilangan. Akan sampai juga waktunya kita menikmati setiap mengenang, tidak lagi berharap terulang, dan justru berterimakasih karena sudah hilang sekalian dan tidak kembali lagi. Waktunya akan sampai. Tinggal bagaimana sikap menghadapinya sejak sekarang, mau mulai ikhlas dan realistis atau tidak.
Karena semua kenangan itu pada dasarnya indah. Yang membuatnya berubah rasa hanya masalah tidak bisa berulangnya. Terlalu banyak orang lupa bahwa keindahan itu tidak abadi. Dan yang membuat penerimaan atas fakta bahwa kenangan tidak bisa berulang itu hanyalah ikhlas.
Kita semua mengenang. Setiap hari. Kita semua memelihara kenangan. Sepanjang hidup. Meski kita samasama tahu, tidak ada kenangan yang berulang. Maka apa menyesalinya akan membuat kenangan itu berulang? Menangisinya, mengutuknya, berpatah karenanya, itu akan mengembalikan keadaan? Tidak. Akan. Pernah.
Jangan sampai hanya karema kenangan yang memenjara, gajah dipelupuk mata tak terlihat, sementara semut diujung samudera terlihat. Nanti ketika sadar, menyesalnya berlipat ganda.
Mengenanglah, dan berterimakasihlah atas kesempatan menciptakan kenangan baru untuk masa depan di masa sekarang ini. Syukuri mereka yang menjadi bagian didalamnya, karena kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan akan hilangkan dan menjadikan mereka hanya kenangan juga.
Kita ini bagian dari kenangan yang terus menciptakan kenangan. Kita cuma berpindah dari satu kenangan ke kenangan lain. Maka seharusnya ketika mengenang, kita hanya seperti memutar rekaman perjalanan. Cuma rindu yang boleh ada, bukan sesal, apalagi pilu.

Friday, December 12, 2014

Do I Need A Reason

Today when I saw you
I knew it was just like the first time
When you met my eyes I came close
And I felt like the first time
To hold back my fear
and feel you so near
Ive never been this far before
To hold back my fear
and feel you so near
Im scared of falling into deep this time
Do I need a reason to tell you why
Im singing you this song
Do I need a reason to show you that
I know where I belong
Whenever I am weary I lean on
this feeling that I have
I am so much stronger now
Thankful, yes I am
Today Ill renounce them,
the doubts and the fears Ive been nursing
Ill fly like a moth to the flame
and Ill feel like the first time
To hold back my fear
and let you come near
Ive never been this far before
To hold back my fear
and let you come near
Im afraid of losing and still I go