Tuesday, April 30, 2019

"Hai, Ru..." Sapa nya
"Kamu baik - baik ya",  Ucapnya lagi

aku hanya terdiam melihat dia menyapa ku dan mulai berbicara padaku,
rasanya ingin menjawab sapa nya, lalu mulai membalas semua ucapanya.
tetapi aku memilih diam dan tak membalas.

"Ru.. Kamu masih marah?" tanya nya lagi
aku masih diam tak bergeming,
anehnya aku tak sanggup membawa badanku pergi menjauh
dan kali ini aku seperti di sebuah ruang yang tertutup , rapat.

"Ru..."
"Ruru, to the earth". suaranya menyadarkan ku
"apa? jawabku malas

"Ru, maafin aku ya," ucapnya lagi
aku terdiam,
"apa ini? ada apa ini " batinku.

"Lelakimu, dia orang baik ya. dia sayang kamu bgt" ujarnya lagi
aku hanya melihat ke arah nya, dan diam.
ingin rasa nya ku jawab "Ya, sudah pasti dia baik dan sayangku, kalau tidak dia bukan Lelaki ku!" tetapi entah kenapa mulutku kelu tak bs mengeluarkan satu patah kata pun.

"sudah kamu sampaikan kah, maaf ku kepada nya?" tanya nya
"apaaaaa??? jawabku dalam hati
Iya aku lupa bagian itu, ku sibuk mengatur gerak dan pikiran ku untuk tak berurusan dengan nya lagi.



"Kalian harus selalu bahagia ya"
"Aku selalu berdoa untuk kebahagian kalian berdua" ucapnya dan diakhir dengan senyum khas nya.



-----

Adzan subuh pun membangunkan ku ,
menghentikan mimpi ku .


"Ah, Lagi-lagi mimpi itu" ujar ku