Menerima kenyataan hidup-- segetir apa pun dan sesakit apa pun kenyataan itu.
Menerima diri kita apa adanya lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Semua nya harus diterima tanpa syarat.
Kenyataan hidup yang harus kita terima bisa terjadi di masa lalu atau di masa hidup kita sekarang. Keduanya harus kita terima. kenyataan pahit masa lalu harus diterima?? Karena memang masa lalu tidak bisa dihapuskan. Pikiran kita tidak dapat menghapusnya. Pikiran kita tidak dapat menghapus sesuatu yang sudah terlanjur menghampirinya,
Kalaupun "pikiran sadar" Anda dapat melupakannya.
Masa lalu yang penuh luka akan tetap dipenuhi luka . Kita tidak akan pernah dapat menghapuskan luka itu.
Karena itulah, cara terbaik adalah dengan menerimanya. Dengan menerimanya, kita tidak akan membuat luka itu kembali meradang.
Masa lalu dapat menjadi pintu penghalang kebahagiaan kita. Masa lalu bisa sangat berbahaya bagi pikiran kita. Luka masa lalu dapat menyabotase kemampuan kita dalam berpikir jernih. Ia dapat mencemari cara berpikir kita.
Pengalaman itu "terasa" begitu kuat hingga kita "merasa" tidak berdaya. Lihatlah, betapa tidak bahagianya hidup kita saat kita membiarkan luka masa lalu mengontrol hidup kita.
Luka masa lalu memang berbeda-beda derajat keparahannya. Ia dapat berupa luka yang begitu dalam bagi kita tetapi juga dapat berupa luka kecil yang mungkin sepele. Tetapi persoalann luka masa lalu bukanlah persoalan parah atau tidaknya luka itu, melainkan "lama atau tidaknua" luka itu bersarang di alam pikiran kita.
Semakin lama luka itu berada di alam pikiran kita, ia akan semakin sering hadir dan mengundang kesedihan dalam hidup kita. Artinya, semakin dini usia kita saat sebuah trauma hadir, perjuangan menerima masa lalu akan semakin semakin sulit. Dan akan sulit lagi jika kita terus menunda untuk menerimanya, karena berarti kita hanya memberikan waktu baginya untuk lebih lama bersarang.
Selain lama atau tidaknya, pengalaman masa lalu juga akqn sulit diterima jika orang-orang yang terlibat dalam penhalaman negatif masa lalu itu adalah orang-orang yang terdekat dengan kita; jika orang-orang awalnya kita persepsi akan melindungi dan menyayangi kita, malahan menyakiti hati kita.
Jika kita ingin bahagia, pilihannya adalah menerima masa lalu dan memaafkan orang-orang yang terlibat sekarang juga. Ya, sekarang juga. Luka dimasa lalu sudah terjadi dan meninggalkan kita, tetapi kita sendirilah yang memberikan kesempatan kepadanya untuk datang kembali dalam kehidupan kita di masa kini. Dengan menerima masa lalu, kita akan dapat melihat pantai, pemandangan, pegunungan, sungai yang mengalir jernih, sebagai pemandangan yang benar-benar mempesona.
Dengan sungguh-sungguh menerima masa lalu berarti kita menjadi tuan dari masa lalu kita. Dengan sadarkita akan dapat memecah pola skenario mental masa lampau yang bersifat meracuni dan membuat kita tidak bahagia.
Menerima diri kita apa adanya lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
Semua nya harus diterima tanpa syarat.
Kenyataan hidup yang harus kita terima bisa terjadi di masa lalu atau di masa hidup kita sekarang. Keduanya harus kita terima. kenyataan pahit masa lalu harus diterima?? Karena memang masa lalu tidak bisa dihapuskan. Pikiran kita tidak dapat menghapusnya. Pikiran kita tidak dapat menghapus sesuatu yang sudah terlanjur menghampirinya,
Kalaupun "pikiran sadar" Anda dapat melupakannya.
Masa lalu yang penuh luka akan tetap dipenuhi luka . Kita tidak akan pernah dapat menghapuskan luka itu.
Karena itulah, cara terbaik adalah dengan menerimanya. Dengan menerimanya, kita tidak akan membuat luka itu kembali meradang.
Masa lalu dapat menjadi pintu penghalang kebahagiaan kita. Masa lalu bisa sangat berbahaya bagi pikiran kita. Luka masa lalu dapat menyabotase kemampuan kita dalam berpikir jernih. Ia dapat mencemari cara berpikir kita.
Pengalaman itu "terasa" begitu kuat hingga kita "merasa" tidak berdaya. Lihatlah, betapa tidak bahagianya hidup kita saat kita membiarkan luka masa lalu mengontrol hidup kita.
Luka masa lalu memang berbeda-beda derajat keparahannya. Ia dapat berupa luka yang begitu dalam bagi kita tetapi juga dapat berupa luka kecil yang mungkin sepele. Tetapi persoalann luka masa lalu bukanlah persoalan parah atau tidaknya luka itu, melainkan "lama atau tidaknua" luka itu bersarang di alam pikiran kita.
Semakin lama luka itu berada di alam pikiran kita, ia akan semakin sering hadir dan mengundang kesedihan dalam hidup kita. Artinya, semakin dini usia kita saat sebuah trauma hadir, perjuangan menerima masa lalu akan semakin semakin sulit. Dan akan sulit lagi jika kita terus menunda untuk menerimanya, karena berarti kita hanya memberikan waktu baginya untuk lebih lama bersarang.
Selain lama atau tidaknya, pengalaman masa lalu juga akqn sulit diterima jika orang-orang yang terlibat dalam penhalaman negatif masa lalu itu adalah orang-orang yang terdekat dengan kita; jika orang-orang awalnya kita persepsi akan melindungi dan menyayangi kita, malahan menyakiti hati kita.
Jika kita ingin bahagia, pilihannya adalah menerima masa lalu dan memaafkan orang-orang yang terlibat sekarang juga. Ya, sekarang juga. Luka dimasa lalu sudah terjadi dan meninggalkan kita, tetapi kita sendirilah yang memberikan kesempatan kepadanya untuk datang kembali dalam kehidupan kita di masa kini. Dengan menerima masa lalu, kita akan dapat melihat pantai, pemandangan, pegunungan, sungai yang mengalir jernih, sebagai pemandangan yang benar-benar mempesona.
Dengan sungguh-sungguh menerima masa lalu berarti kita menjadi tuan dari masa lalu kita. Dengan sadarkita akan dapat memecah pola skenario mental masa lampau yang bersifat meracuni dan membuat kita tidak bahagia.
Persoalan luka masa lalu
bukanlah persoalan parah atau tidaknya luka itu,
melainkan "lama atau tidaknya" luka itu bersarang
di alam pikiran kita.
Semakin lama luka itu berada di alam pikiran kita,
Ia akan semakin sering hadir
dan mengundang kesedihan
dalam hidup kita.
Kisah
ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita bahwa masa lalu yang
menyakitkan akan berakhir dalam kebahagian jika kita dapat menerimanya
dan tidak pernah mau menyerah. Masa lalu adalah bagian dari sebuah
pelajaran kehidupan yang Allah inginkan agar kita besar, bukan malah
menjadikan kita kerdil. Tidak peduli seberapa pahit masa lalu, ia telah
kita telan pahitnya adalah obat agar kita kuat menghadapi hari esok.
Kita bisa menengoknya sebentar, tetapi jangan lagi melangkahkan kaki
kita ke belakang karena masa depan begitu indah dan memesona. Selamat
berbahagia bagi Anda yang telah bersedia menerima masa lalu sekarang
juga. Tersenyumlah...
I asked for strength..
and God gave me difficulties to make me strong
I asked for wisdom...
and God gave me problems to solve
I asked for prosperity....
and God gave me brain and brawn to work
I asked for courage..
and God gave me obstacles to overcome
I asked for love....
and God gave troubled people to help
I asked for favors...
and God gave me oppurtunities
I received nothing I wanted
but I received everything I needed




