Monday, July 16, 2012

Maaf dan Terimakasih

Dear S.O.S,
yang paling ingin aku katakan kepadamu adalah betapa aku sangat mencintai dan menghargaimu, dan aku sangat menghargai hubungan kita.
Hanya ada beberapa hal yang aku ingin kau tahu sebelum aku mengucapkan selamat tinggal.

"Pertama, aku ingin kau tahu bahwa jika bisa menjalani hidup ini lagi bersamamu, aku akan langsung melakukannya.
Terimakasih karena telah begitu sering mendampingiku ketika aku terbukti sangat manusiawi.
Terimakasih karena telah menerimaku, dengan semua kekuranganku, karena telah menggenggam tanganku, dan karena telah mencintaiku disaat kesuksesanku yang menakjubkan dan kegagalanku yang paling menyakitkan.
kau selalu mendorongku untuk mengikuti kata hatiku, dan ketika aku lupa untuk mendengarkan, kau akan duduk disampingku dan menempelkan tanganku di dadaku untuk membantu mengingatkanku.
Kau lalu memberitahuku bahwa mengikuti hatiku jauh lebih penting daripada kesuksesan sebesar apa pun, dan bahwa yang paling kau inginkan adalah aku bahagia.
Dan aku selalu tahu bahwa kau berkata yang sebenarnya kepadaku.

"Kehidupan kita tak selalu bahagia atau mudah. Tapi ketika aku mengenangnya, bahkan masa-masa yang terasa sulit itu kini merupakan bagian penting perjalanan kita, untaian integral dari permadani kehidupan kita berdua.

"Aku ingat dimana saat aku tak pernah kunjung terlelap, dan ketika bersama mu aku begitu lelap dalam tidur,
terlelap dalam pelukanmu. hangat sekali disana dan aku terbangun oleh kecupan selamat pagi dari mu.
ah, saat itu sangat tak ingin cepat berlalu.
dan saat itu kita berkhayal betapa menyenangkannya kalau kita menikah nanti, setiap malam kita dapat terlelap bersama didalam pelukan satu sama lain, dan ketika pagi kita terbangun dengan kecupan.
aku ingat sekali saat kau berkata "sungguh bahagianya bila setiap pagi terbangun aku melihat wajahmu dan mengecupmu". dan kelak kita punya anak, dia akan mengacaukan saat seperti ini.
tawa renyah pun keluar dari bibir kita. yah, impian itu, harapan itu masih sangat jelas dibenakku sampai saat ini. Tapi mimpi itu hanya tinggal mimpi karena kamu tak mampu mewujudkannya jadi nyata.
Lucu, saat kita bersama dikala itu seolah mimpi itu hampir nyata, bahkan sudah sangat nyata hanya saja tak mampu diraih.
Sudah tinggal mimpi dan angan.

Ingatkah kamu hari saat mamaku meninggal ?? kamu tahu betapa aku menyayangi beliau, betapa kehilangannya aku saat itu,
aku bersama nya disaat detik-detik terakhir beliau wafat. dan saat kuhubungi kamu baru saja samapi dikantor dan aku sangat tidak percaya kau hadir menemaniku..
Dan yang aku ingat saat itu adalah saat kau memelukku, lama sekali. menguatkan aku dengan bahumu yang selalu nyaman untuk aku singgahi.
dan aku ingat sekali saat itu aku tak kunjung henti menangis, sampai selesai pemakaman aku tak sadarkan diri, dan ketika terbangun kamu masih disampingku, mengingatkan aku untuk tegar dan kuat.
kamu terus memelukku lalu berkata " mama sekarang dalam keadaan baik, dan Mama masih sangat mencintaimu. Semua nya akan baik-baik saja". Nes, aku tidak tahu apakah karena apa yang kau katakan atau caramu mengatakannya, tapi hal itu benar-benar membantu.

Selain hal-hal besar itu, dalam kehidupan kita ada banyak kesempatan-ratusan-ketika aku mempermasalahkan hal kecil. Kau selalu hanya tersenyum dan berkata, "Yah, kita selalu paling pandai mengajarkan apa yang paling harus kita pelajari", dengan lembut mengingatkanku bahwa aku tak terlepas dari masalah-masalah manusiawi.

 Jika diberi kesempatan mengulangi kehidupanku, aku akan mengurangi waktu bicaraku dan akan lebih banyak mendengarkan, khususnya mendengarkanmu.  Itu sesuatu yang pasti akan kuubah, dan hal itu akan mudah dilakukan.

Jika diberi kesempatan mengulangi kehidupanku, Nes, aku akan menghabiskan jauh lebih sedikit energi untuk menginginkan hal-hal yang tidak kumiliki, dan jauh lebih banyak energi untuk menikmati apa yang sudah  kumiliki. Itu sesuatu yang sangat jelas, dan ada di depan mata kita seumur hidup kita-- gagasan bahwa kebahagian tidak disebabkan oleh memperoleh apa yang kita inginkan, melainkan dari menginginkan apa yang kita miliki. Kau seperti nya sejak dulu sudah tahu.


Aku menghabiskan separuh kehidupanku mencoba mengajari orang lain untuk 'hadir' disaat ini, tapi ketika kuingat lagi, ketergesaanku sendiri menghalangi untuk hadir disaat ini sepenuh mungkin. Padahal dulu aku sebenarnya bisa lebih bahagia dan bersukacita hanya dengan mengurangi kecepatan dan menikmati perjalananku. Memangnya aku maulari kemana? aku dulu selalu ada disini , dan aku masih disini! semuanya terlihat begitu aneh sekarang, dan begitu jelas.
Itulah salah satu hal yang paling aku kagumi tentang dirimu, kemampuanmu untuk hadir disini bersamaku,dan dengan orang lain, dan dengan kehidupan pada umumnya. Kau tampak bisa 'berada disini pada saat ini' setiap kali kau bersamaku. Itulah sebabnya aku selalu merasa sangat istimewa di dekatmu. Ketika sedang bersamamu, aku merasa kau tak ingin berada ditempat lain, bahkan ketika aku tahu kau punya setumpuk hal yang perlu kaukerjakan. Dan aku tak pernah merasa kita harus bergegas ke tempat-tempat indah untuk bersenang-senang. Rasanya selalu menyenangkan untuk sekedar duduk dan berada di sini bersamamu. Rasanya  seperti liburan ketika kau mengenggam tanganku setelah satu hari yang melelahkan dan kita hanaya duduk dan menonton televisi.
Itu sebuah karunia yang sangat besar bagiku, selama 30 bulan itu.


Jika diberi kesempatan mengulangi kehidupanku, aku takkan pernah dengan begitu mudah dan sering menunda apa yang kutahu--jauh dilubuk hatiku-- benar-benar ingin kulakukan. Ya Tuhan, seandainya aku tahu betapa kelirunya itu. Maksudku, dulu kukira aku tahu, sungguh, tapi aku tetap melakukannya-- aku menunda hal yang benar-benar penting. Aku suka berkata, 'Sekarang aku benar-benar sedang sibuk', seolah, entah bagaimana, bulan depan waktu akan secara ajaib menjadi lebih banyak. Aku termakan ucapanku sendiri, hal-hal yang kuajarkan kepada orang lain untuk tidak dilakukan.
Kau selalu bersikap bahwa sekaranglah waktu yang tepat untuk  bersenang-senang-- dan bahwa tumpukan pekerjaan serta telepon yang belum dibalas akan masih ada di sana ketika kita kembali. Dan kau selalu benar. Jadi, kau pun menggandeng tanganku dan meremasnya lembut, lalu kita pun pergi. Syukur kepada Tuhan, salah satu dari kita punya akal sehat.


Yang paling kusuka pada dirimu, Nes, adalah aku tidak pernah-- satu kali pun sejak aku mengenalmu--merasa kau tidak mencintai atau menerimaku apa adanya. Ketika aku sedang berada di puncak dunia, kau tak terlalu terkesan, dan ketika aku sedang terpuruk, kau selalu ada disana untukku, setiap kali. Tak ada yang menggentarkanmu, dan kau tak pernah berharap aku menjadi sempurna. Kau menerimaku sebagai seorang wanita dengan kelemahan dan kesulitan seperti yang dimiliki semua orang lain. Bahkan ketika dunia disekitarku beranggapan semua baik-baik saja, padahal jauh didalam aku menderita, kau sama sekali tidak ragu; kau hanya terus mencintaiku. Kau mencintaiku tanpa syarat sedikit pun, seperti yang kulihat kaulakukan pada orang lai--temanmu, saudara kita yang lain, dan orang-orang yang sedang berusaha kita tolong. Dicintai dengan cara itu, oleh orang yang kaucintaii lebih dari siapa pun didunia ini, adalah sebuah perasaan yang luar biasa.
Aku bahkan tak tahu harus mengatakan apa tentang hal itu, kecuali bahwa, jika diberi kesempatan mengulangi kehidupan ini, aku sendiri akan menjadi lebih seperti itu.


Orang bilang ketika mengenang kehidupan kita, semuanya berkelebat di depan mata kita. yang kualami tidak persis seperti itu, tapi ada beberapa hal yang menjadi sangat jelas.
 Jika diberi kesempatan mengulangi kehidupan ini, aku akan bersikap lebih penuh cinta kepadamu dan kepada semua orang lain-- dan aku tak akan mengharapkan balasan. Sekarang aku mengerti bahwa makna kehidupan ini adalah cinta, berbagi, bela rasa, dan kebaikan.


salah satu quote yang aku suka adalah "Kita tak bisa melakukan hal-hal besar didunia ini. Kita hanya bisa melakukan hal-hal kecil dengan cinta yang besar"-Ibu theresia.
Aku sangat bersyukur kita telah menjalani kehidupan kita dengan berbagi prinsip itu, dan aku tahu bahwa hal-hal kecil bisa menjadi hal-hal besar ketika hati kita berada ditempat yang tepat.


Aku sangat bangga padamu Nes, dan sangat bersyukur kau adalah salah satu orang di dunia ini yang hatinya berada ditempat yang tepat.
Aku sudah ratusan kali bertanya kepadamu, 'Sebenarnya, kenapa kita ada disini?'
Dan disisimu, aku jadi yakin bahwa jawaban pertanyaan itu adalah kita ada disini untuk melayani orang lain, dan untuk melayani Tuhan. Semuahal lain nomor dua, karena cinta, kebaikan, bela rasa, kedekatan, dan jiwa yang murah hati akan abadi selamanya.


Aku tak akan pernah melupakanmu, Nes, walaupun aku akan bertingkah seperti orang lupa, tapi aku tak akan pernah bisa melupakanmu. melupakan semua kisah yang sudah terajut  selama kurun waktu 30bulan itu.
Terimakasih karena sudah berbagi kehidupanmu denganku. Sekarang semua nya akan baik-baik saja.
Kutahu itu untuk diriku, dan khususnya untukmu dan keluargamu.. Kalian semua punya begitu banyak kebijaksanaan dan begitu banyak peluang masa depan.mAku sangat mencintai kalian semua. Ini sebuah perjalanan yang menakjubkan.


Sekarang sudah hampir waktunya bagiku mengucapkan selamat tinggal, dan aku tahu dalam hatiku ini bukan untuk selamanya. Aku tahu aku akan melihatmu lagi-- entah kapan, dengan cara tertentu, disuatu tempat, dalam bentuk tertentu.
Aku ingin menghabiskan sisa waktu kita dalam keheningan bersamamu. Memelukmu  untuk terakhir kali-- sebuah pelukan yang erat. Jika diberi kesempatan mengulangi kehidupanku, aku akan menghabiskan jauh lebih banyak waktu dengan memeluk orang-orang, khususnya kau dan keluarga kita.
Terima kasih, Nes.
Terima kasih karena telah menjadi dirimu.
Aku mencintaimu.