Saturday, July 21, 2012

RELEASE

Bebaskan dirimu dari emosi yang tidak terselesaikan.
Bebaskan dirimu dari masa lalu yang menyakitkan.
Bebaskan dirimu dari kebencian, kemarahan dan dendam.
Mustahil kebahagiaan kan menghampiri jika engkau masih terpenjara...
dalam kebencian dan dendammu.


Mereka bertanya tidakkah jiwa Anda merasa terluka? Atau bahkan mungkin Anda sedang terluka saat ini??
Jelas "YA" jawabnya, kenapa??
Setelah semua nya tidak akan ada yang bisa mengelak bahwa ini tidak sakit, ini tidak mengecewakan, ini tidak membuatku terluka. aku pun tidak bisa berkata "tidak" or " I'm fine"
Munafik! satu kata yang paling tepat kalau saya memutar balikan fakta, Sepertinya masih ada yang harus diingatkan bahwa sepahit apa pun kejujuran yang kau ucapkan akan jauh lebih baik daripada kebohongan yang manis yang kau ucapkan, bahkan yang termanis sekalipun.
karena kau tahu kenapa?? ketika kebohongan yang manis itu terus kau suguhkan  bisa menjadi racun yang tiada pernah ada penawarnya.
Kepercayaan sudah pasti lenyap, itu hal yang pasti.
Dan tidak akan pernah bisa disangkal bahwa hidupmu akan dihantui selalu dalam ketakutan yang bukan tanpa alasan.

Hidup ini keras bila kamu lembek terhadap hidup, tapi sebaliknya bila kamu keras terhadap hidup maka hidup pun akan melunak kepadamu.
Sampai detik ini, saya sangat tidak mengerti kenapa manusia gemar berbohong, layaknya sudah menjadi sebuah rutinitas pada masa ini, sudah tidak ada lagikah kejujuran didunia ini?? Oh, God must be crazy.

Aku menertawakan diriku sendiri atas semua kebodohan yang sudah membodohiku, atas semua kebohongan yang sudah berhasil menipuku.
konyol.! saya bertingkah seperti manusia yang "polos" yang dengan mudah diimingi cerita, ucapan, apapun itu yang membuat saya terlihat bodoh.
berfikir sejenak, bahwa yah inilah hidup.
tidak semua orang baik dan tidak semua jahat.
dan adakalanya tiap orang yang kau anggap baik adalah orang yang sanggup menjahatimu, dan ada kalanya pula tiap orang yang kau anggap jahat adalah orang yang ternyata memberikan kebaikan kepadamu..

Hidup ini bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, juga bukan tentang siapa yang baik dan siapa yang jahat.
Hidup ini tentang bagaimana kamu mampu bersikap baik pada yang jahat, dan bertindak benar kepada yang salah.

Segudang pertanyaan dibenakku tak akan pernah bisa terjawab sampai kapan pun, dan saya biarkan tetap seperti itu, 
"mengapa tak kau cari jawabannya?" untuk apa?? toh hanya akan menambah kecewa.
semakin banyak aku tahu maka akan semakin kecewa aku dibuatnya. Biarkan saja untuk tetap menjadi misteri yah, karena hidup di dunia ini adalah misteri.
But I'm a girl in misery actually.!!hahaha

Aku sempat memerintah diriku untuk berhenti bersikap baik.! tapi itu hal yang selalu sulit untuk kulakukan terlalu sulit hingga aku tak pernah sanggup unuk seperti itu.
Dan aku sempat tergoda untuk mengikuti "skenario" untuk berbohong, dan itu adalah hal yang lebih sulit untuk aku lakukan, aku bukannya tidak perduli terhadap perasaaan mereka yang tersakiti oleh semua kejujuranku,oh jelas bukan itu. aku hanya memahami bahwa, lebih baik mereka membenciku sekarang karena kejujuranku dan mencintaiku kelak karena telah bersikap semestinya daripada membuat mereka mencintaiku dengan cara membohongi dan membodohi mereka dan membuat mereka menamparku kelak setelah mereka sadar kalau telah ditipu mentah-mentah. itu tidak lah baik kan???

Aku membebaskan hatiku dari segala rasa sakit yang membelenggu saat ini, tak perduli seperti apa caranya tapi aku percaya aku melakukannya dengan cara yang benar dan dijalur yang seharusnya.
Aku tak perlu sebuah alat untuk melenyapkan rasa ini, ini rasa yang harus aku nikmati seberapa pun sakitnya. aku tidak perduli, yang aku perdulikan adalah setidaknya aku bertanggung jawab atas segala rasaku sendiri tanpa harus menggunakan orang lain dan membuat suatu kejanggalan yang seharusnya tidak perlu ada.
cukuplah aku yang rasa sakit dan kecewa tanpa harus melibatkan orang lain, tidak perduli seberapa sepakatnya "kami" "kita" atau apapun sebutannya itu untuk melakukan kesenangan bersama.
bukan pula aku tak mau mencoba untuk mencari pengganti seperti yang "Ia" tanyakan,
Hei, hati ku bukan barang yang mudah diobral, bukan pula pasar yang orang lain bisa datang dan pergi seenaknya, bukan.

Biarkan dulu aku membebaskan semua rasa yang masih berkecamuk didada, suatu saat ini akan berhasil dengan nilai yang sangat memuaskan cepat atau lambat. Aku percaya itu.
Percaya bahwa kebaikan akan datang pada setiap kebaikan yang diciptakan dari hati yang menginginkan kebaikan,
Percaya bahwa cinta akan datang pada setiap cinta yang yang diciptakan dari hati yang memiliki cinta.
Nikmati saja sakitnya sekarang karena sakit itu adalah proses untuk kita mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa hebatnya.
Karena Tuhan baik, dan Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak baik untuk setiap umatNya yang sudah melakukan kebaikan.
Karma itu masih ada dan tetap ada. Tergantung kamu mau petik karma baik atau karma buruk untuk dirimu sendiri.
pilihan ditangan anda.

Jiwa bisa merasakan sakit dan terluka. Bedanya luka jasad meneteskan darah, sedangkan luka jiwa bisa jadi hanya meneteskan airmata. Luka jasad dapat sembuh tanpa berbekas dengan proses penyembuhan luka yang baik, tetapi luka jiwa tetaplah luka jiwa. Ia tidak akan pernah terhapus. Ia akan terus berbekas walaupun penyebab luka itu telah hilang.
Aku telah salah bertindak dengan memilih Menghapus, Men-delete, melupakan atau pura-pura melupakan. 
Seharusnya aku bertindak dengan mengambil pilihan hanya mencoba memaafkan.
Ya, memaafkan.... memaafkan orang yang telah melukai kita.

Memaafkan orang yang telah melukai kita adalah kunci pembuka pintu kebhagiaan yang utama; dan mungkin yang paling berat kita jalani. Memaafkan orang lain membutuhkan sebuah kekuatan yang luar biasa, karena mungkin sebenarnya kita bisa membalas tindakannya. memaafkan orang lain sebenarnya bukanlah untuk musuh kita, untuk kita sendiri.. untuk kebahagian kita.

Sebaliknya, kebencian adalah pencuri yang dapat mencuri saat-saat bahagia kita. Kebencian adalah kegelapan yang dapat meredupkan cahaya kebahagiaan dalam hati kita. Kebencian adalah mesin penyakit yang mengundang kesengsaraan bagi jiwa dan jasad kita. Kebencian adalah kesesakan di alam jiwa kita yang dapat melahirkan tindakan kekanak-kanakan, merusak, dan menghancurkan.

Memaafkan orang lain tidak berarti menjadi manusia YES MAN yang tidak berprinsip. Memaafkan orang lain tidak menghindarkan kita dari kewajiban menyampaikan kebenaran. Tetapi, memaafkan orang lain lebih berfungsi sebagai bingkai. YA, Bingkai dari kebenaran yang akan kita sampaikan. Bukankah kebenaran harus dibingkai dengan keindahan?? Memaafkan orang lain akan memberikan bobot berbeda dalam teguran kita. Teguran kita tidak akan melesat dari busur cinta dan kasih sayang. kita tidak memiliki niat "menyalahkan" tetapi "membenarkan". Kita tidak memiliki niat "mempermalukan" tetapi "menyelamatkan".

Memaafkan orang lain adalah kunci dan mungkin satu-satunya langkah yang akan dapat membuat kita bahagia saat ini. Dendam yang saat ini berdiri kukuh dalam hati kita mungkin menghalangi kita dari kebahagiaan. Dendam itu selalu mencari-cari pembenarannya. Dendam itu mungkin telah melahirkan sedemikian banyak aksi yang tidak sepantasnya. Dan sekali lagi... kita mencari0cari pembenarannya. Pikiran kita mungkin mengatakan, "Saya berbuat ini... karena dia telah membohongi saya, menghacurkan hidup saya, menyakiti hati saya dan berlaku tidak adil kepada saya." Itulah misalnya pembenaran yang kita buat demi dendam dan kebencian kita.

Ibarat pupuk, pembenaran-pembenaran yang kita buat itu sebenarnya membuat dendam terus tumbuh berakar dalam hati kita. Pembenaran-pembenaran itu sendiri sebenarnya adalah tanda bahwa jiwa kita jauh dari kedamaian. Lihatlah sekali lagi, bukankah pembenaran itu sebenarnya adalah satu-satunya alasan kenapa kita tidak mau memaafkan orang lain? Bahkan mungkin sekarang sedang bekerja untuk menolak semua ide ini.

Sadarilah, pembenaran itu tidak akan penah mau kalah apalagi mengalah. kenapa demikian? Karena pembenaran itu sebenarnya adalah manifestasi ego kita.. ego yang telah lama merasa terpojok, terhina, terluka, dan terpinggirkan. Sekarang ia menunjukan kekuatannya. Ia ingin berontak. Hanya sayangnya, ego tidak hanya memberontak, tapi juga ingin membalas. Membalas adalah tujuan akhirnya dan ia jadikan "membalas" sebagai satu-satunya syarat baginya untuk bertahan. Ego akan merasa bahwa kita adalah kawannya jika kita bersedia membalas semua rasa sakitnya.

Memaafkan adalah sebuah perjuangan.
Bukan pedang senjatanya, melainkan kebijaksanaan dan kearifan.
Perjuangan ini bukan antara anda dan orang-orang yang menyakiti Anda,
Melainkan antara Anda dan diri Anda sendiri.