Bebaskan dirimu dari emosi yang tidak terselesaikan.
Bebaskan dirimu dari masa lalu yang menyakitkan.
Bebaskan dirimu dari kebencian, kemarahan dan dendam.
Mustahil kebahagiaan kan menghampiri jika engkau masih terpenjara...
dalam kebencian dan dendammu.
Mereka bertanya tidakkah jiwa Anda merasa terluka? Atau bahkan mungkin Anda sedang terluka saat ini??
Jelas "YA" jawabnya, kenapa??
Setelah
semua nya tidak akan ada yang bisa mengelak bahwa ini tidak sakit, ini
tidak mengecewakan, ini tidak membuatku terluka. aku pun tidak bisa
berkata "tidak" or " I'm fine"
Munafik!
satu kata yang paling tepat kalau saya memutar balikan fakta, Sepertinya
masih ada yang harus diingatkan bahwa sepahit apa pun kejujuran yang
kau ucapkan akan jauh lebih baik daripada kebohongan yang manis yang kau
ucapkan, bahkan yang termanis sekalipun.
karena
kau tahu kenapa?? ketika kebohongan yang manis itu terus kau suguhkan
bisa menjadi racun yang tiada pernah ada penawarnya.
Kepercayaan sudah pasti lenyap, itu hal yang pasti.
Dan tidak akan pernah bisa disangkal bahwa hidupmu akan dihantui selalu dalam ketakutan yang bukan tanpa alasan.
Hidup
ini keras bila kamu lembek terhadap hidup, tapi sebaliknya bila kamu
keras terhadap hidup maka hidup pun akan melunak kepadamu.
Sampai
detik ini, saya sangat tidak mengerti kenapa manusia gemar berbohong,
layaknya sudah menjadi sebuah rutinitas pada masa ini, sudah tidak ada
lagikah kejujuran didunia ini?? Oh, God must be crazy.
Aku menertawakan diriku sendiri atas semua kebodohan yang sudah membodohiku, atas semua kebohongan yang sudah berhasil menipuku.
konyol.!
saya bertingkah seperti manusia yang "polos" yang dengan mudah diimingi
cerita, ucapan, apapun itu yang membuat saya terlihat bodoh.
berfikir sejenak, bahwa yah inilah hidup.
tidak semua orang baik dan tidak semua jahat.
dan
adakalanya tiap orang yang kau anggap baik adalah orang yang sanggup
menjahatimu, dan ada kalanya pula tiap orang yang kau anggap jahat
adalah orang yang ternyata memberikan kebaikan kepadamu..
Hidup ini bukan tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, juga bukan tentang siapa yang baik dan siapa yang jahat.
Hidup ini tentang bagaimana kamu mampu bersikap baik pada yang jahat, dan bertindak benar kepada yang salah.
Segudang pertanyaan dibenakku tak akan pernah bisa terjawab sampai kapan pun, dan saya biarkan tetap seperti itu,
"mengapa tak kau cari jawabannya?" untuk apa?? toh hanya akan menambah kecewa.
semakin
banyak aku tahu maka akan semakin kecewa aku dibuatnya. Biarkan saja
untuk tetap menjadi misteri yah, karena hidup di dunia ini adalah
misteri.
But I'm a girl in misery actually.!!hahaha
Aku sempat memerintah diriku untuk
berhenti bersikap baik.! tapi itu hal yang selalu sulit untuk kulakukan
terlalu sulit hingga aku tak pernah sanggup unuk seperti itu.
Dan
aku sempat tergoda untuk mengikuti "skenario" untuk berbohong, dan itu
adalah hal yang lebih sulit untuk aku lakukan, aku bukannya tidak
perduli terhadap perasaaan mereka yang tersakiti oleh semua
kejujuranku,oh jelas bukan itu. aku hanya memahami bahwa, lebih baik
mereka membenciku sekarang karena kejujuranku dan mencintaiku kelak
karena telah bersikap semestinya daripada membuat mereka mencintaiku
dengan cara membohongi dan membodohi mereka dan membuat mereka
menamparku kelak setelah mereka sadar kalau telah ditipu mentah-mentah. itu tidak lah baik kan???
Aku membebaskan hatiku dari segala rasa
sakit yang membelenggu saat ini, tak perduli seperti apa caranya tapi
aku percaya aku melakukannya dengan cara yang benar dan dijalur yang
seharusnya.
Aku tak perlu sebuah alat
untuk melenyapkan rasa ini, ini rasa yang harus aku nikmati seberapa pun
sakitnya. aku tidak perduli, yang aku perdulikan adalah setidaknya aku
bertanggung jawab atas segala rasaku sendiri tanpa harus menggunakan
orang lain dan membuat suatu kejanggalan yang seharusnya tidak perlu
ada.
cukuplah aku yang rasa sakit dan
kecewa tanpa harus melibatkan orang lain, tidak perduli seberapa
sepakatnya "kami" "kita" atau apapun sebutannya itu untuk melakukan
kesenangan bersama.
bukan pula aku tak mau mencoba untuk mencari pengganti seperti yang "Ia" tanyakan,
Hei, hati ku bukan barang yang mudah diobral, bukan pula pasar yang orang lain bisa datang dan pergi seenaknya, bukan.
Biarkan
dulu aku membebaskan semua rasa yang masih berkecamuk didada, suatu
saat ini akan berhasil dengan nilai yang sangat memuaskan cepat atau
lambat. Aku percaya itu.
Percaya bahwa kebaikan akan datang pada setiap kebaikan yang diciptakan dari hati yang menginginkan kebaikan,
Percaya bahwa cinta akan datang pada setiap cinta yang yang diciptakan dari hati yang memiliki cinta.
Nikmati saja sakitnya sekarang karena sakit itu adalah proses untuk kita mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa hebatnya.
Karena Tuhan baik, dan Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak baik untuk setiap umatNya yang sudah melakukan kebaikan.
Karma itu masih ada dan tetap ada. Tergantung kamu mau petik karma baik atau karma buruk untuk dirimu sendiri.
pilihan ditangan anda.
Jiwa
bisa merasakan sakit dan terluka. Bedanya luka jasad meneteskan darah,
sedangkan luka jiwa bisa jadi hanya meneteskan airmata. Luka jasad dapat
sembuh tanpa berbekas dengan proses penyembuhan luka yang baik, tetapi
luka jiwa tetaplah luka jiwa. Ia tidak akan pernah terhapus. Ia akan
terus berbekas walaupun penyebab luka itu telah hilang.
Aku telah salah bertindak dengan memilih Menghapus, Men-delete, melupakan atau pura-pura melupakan.
Seharusnya aku bertindak dengan mengambil pilihan hanya mencoba memaafkan.
Ya, memaafkan.... memaafkan orang yang telah melukai kita.
Memaafkan orang yang telah melukai kita
adalah kunci pembuka pintu kebhagiaan yang utama; dan mungkin yang
paling berat kita jalani. Memaafkan orang lain membutuhkan sebuah
kekuatan yang luar biasa, karena mungkin sebenarnya kita bisa membalas
tindakannya. memaafkan orang lain sebenarnya bukanlah untuk musuh kita,
untuk kita sendiri.. untuk kebahagian kita.
Sebaliknya, kebencian adalah pencuri
yang dapat mencuri saat-saat bahagia kita. Kebencian adalah kegelapan
yang dapat meredupkan cahaya kebahagiaan dalam hati kita. Kebencian
adalah mesin penyakit yang mengundang kesengsaraan bagi jiwa dan jasad
kita. Kebencian adalah kesesakan di alam jiwa kita yang dapat melahirkan
tindakan kekanak-kanakan, merusak, dan menghancurkan.
Memaafkan orang lain tidak berarti menjadi manusia YES MAN
yang tidak berprinsip. Memaafkan orang lain tidak menghindarkan kita
dari kewajiban menyampaikan kebenaran. Tetapi, memaafkan orang lain
lebih berfungsi sebagai bingkai. YA, Bingkai dari kebenaran yang akan
kita sampaikan. Bukankah kebenaran harus dibingkai dengan keindahan??
Memaafkan orang lain akan memberikan bobot berbeda dalam teguran kita.
Teguran kita tidak akan melesat dari busur cinta dan kasih sayang. kita
tidak memiliki niat "menyalahkan" tetapi "membenarkan". Kita tidak
memiliki niat "mempermalukan" tetapi "menyelamatkan".
Memaafkan orang lain adalah kunci dan
mungkin satu-satunya langkah yang akan dapat membuat kita bahagia saat
ini. Dendam yang saat ini berdiri kukuh dalam hati kita mungkin
menghalangi kita dari kebahagiaan. Dendam itu selalu mencari-cari
pembenarannya. Dendam itu mungkin telah melahirkan sedemikian banyak
aksi yang tidak sepantasnya. Dan sekali lagi... kita mencari0cari
pembenarannya. Pikiran kita mungkin mengatakan, "Saya berbuat ini...
karena dia telah membohongi saya, menghacurkan hidup saya, menyakiti
hati saya dan berlaku tidak adil kepada saya." Itulah misalnya
pembenaran yang kita buat demi dendam dan kebencian kita.
Ibarat pupuk, pembenaran-pembenaran
yang kita buat itu sebenarnya membuat dendam terus tumbuh berakar dalam
hati kita. Pembenaran-pembenaran itu sendiri sebenarnya adalah tanda
bahwa jiwa kita jauh dari kedamaian. Lihatlah sekali lagi, bukankah
pembenaran itu sebenarnya adalah satu-satunya alasan kenapa kita tidak
mau memaafkan orang lain? Bahkan mungkin sekarang sedang bekerja untuk
menolak semua ide ini.
Sadarilah, pembenaran itu tidak akan
penah mau kalah apalagi mengalah. kenapa demikian? Karena pembenaran itu
sebenarnya adalah manifestasi ego kita.. ego yang telah lama merasa
terpojok, terhina, terluka, dan terpinggirkan. Sekarang ia menunjukan
kekuatannya. Ia ingin berontak. Hanya sayangnya, ego tidak hanya
memberontak, tapi juga ingin membalas. Membalas adalah tujuan akhirnya
dan ia jadikan "membalas" sebagai satu-satunya syarat baginya untuk
bertahan. Ego akan merasa bahwa kita adalah kawannya jika kita bersedia
membalas semua rasa sakitnya.
Memaafkan adalah sebuah perjuangan.
Bukan pedang senjatanya, melainkan kebijaksanaan dan kearifan.
Perjuangan ini bukan antara anda dan orang-orang yang menyakiti Anda,
Melainkan antara Anda dan diri Anda sendiri.
