Sunday, March 1, 2020

Kau terdiam 
membeku 
dialirinya tubuhmu dengan airmata 
dibasahi ragamu dengan butir-butir air dingin

Kamar mandi berukuran kecil pun 
terasa terlalu besar 
untuk pesakitanmu 

Kamu ingin sendiri 

menyiksa tubuhmu 
padahal Ia tak layak 
menghukum ragamu 
sedangkan Ia tak salah

Sekali lagi kau hampir menyerah
Ketukan pintunya meragukanmu 
Suaranya menyadarkanmu
Pelukannya kembali menguatkanmu 

Andaikan Dia tak datang 
mungkin kau sudah kalah.

0 comment :

Post a Comment