Tuesday, August 5, 2014

F for fingers.


F for fingers. The limbs that type. The limbs that tweet. The thing that helps me write everything.

   Hai jari-jari mungil,
   Sedang sibuk mengetik ya? Hihi. Ya aku kan lagi pakai kamu untuk nulis surat buat kamu ini. Apacih. Well, saat aku menulis surat ini, aku sudah ketinggalan beberapa hari untuk menulis dan agaknya itu cukup menggagalkan rencana lucuku. Uwuwu bete. *manyun manja* Dengan demikian, aku butuh bantuanmu untuk melanjutkan niatku. Anggap saja surat ini hadiah untukmu.
   Well, sebagai pemilik kalian, aku bersyukur bahwa aku memiliki kalian dalam kondisi normal, sementara di luar sana masih ada yang berharap memiliki kesempurnaan kalian. Sementara masih mensyukuri keberadaan kalian, ada sedikit yang mau aku sampaikan:
  •    Terkadang aku sibuk menggunakan kalian untuk mementingkan diri sendiri. Menyisir, melukis eye-line di pelupuk mata, memakaikan ku pakaian, menaruh uang di saku celana, dan banyak hal lain. Namun, mulai sekarang, bantu aku untuk juga mementingkan orang lain, mengasihi mereka, dengan gerakan-gerakan lembut kalian. Baik tersirat, maupun tidak. 
  •    Seringkali aku membuat kalian mengikuti suasana hatiku yang seenaknya. Mulai menunjuk-nunjuk orang saat dalam amarah, membanting barang-barang, menulis kata-kata jahat dan kotor saat dalam benakku sedang membenci orang lain. Namun, mulai sekarang, bantu aku untuk bisa membuat kalian tetap berbuat hal baik dalam kondisi apapun. Melambaikan tangan lalu ucapkan ‘hi’ pada teman kantor, atau memeluk para sahabat yang sedang bersedih, bahkan sekedar menolong ibu-ibu asing di kereta untuk menaikkan tasnya ke rak bagasi. Mulai dari hal-hal terkecil, ajarkanlah aku cara untuk tetap berbuat baik.
  •    Sepanjang hari aku melakukan banyak aktivitas. Sungguh banyak. Hanya sekian jam aku mengistirahatkan kalian untuk kembali megulang rutinitas yang sama. Di sekian banyak hal yang kulakukan, aku lupa bahwa beberapa hal yang kukerjakan membuat kalian lelah, membuat kalian ingin beristirahat sejenak, dan melakukan hal-hal lain tanpa paksaan oleh pikiran-pikiranku. Maafkan aku untuk hal itu. Karena jelas, aku membutuhkan kalian. Sangat penting, adalah kategori tingkat keberadaan kalian sebagai kebutuhanku. Namun, di sela-sela hari-hariku, bantu aku untuk tetap bersyukur memiliki semua yang sudah kupunya, termasuk kalian. Ajar aku untuk melipat tangan, menyatukan kalian, dan berdoa untuk mensyukuri segala hal. 

Pada akhirnya, aku ingin berterima kasih bahwa sampai detik ini, kalian masih dapat berfungsi dengan sangat baik. Aku mencintai kalian.

The one that loves you all,

Ken J Hafsari 

0 comment :

Post a Comment