Wednesday, May 28, 2014

Teruntuk kamu.. ( Sahabatku, Cinta Pertamaku, Pahlawanku )

Friday, 16 Mei 2014

Pagi ini seakan runtuh mendengar kabar gempita yang (sangat) tak enak didengar. Kamu, salah satunya, seseorang yang sangat ku sayang, mengejutkan perhatian banyak orang. Dalam sekejap menorehkan sebaris namamu yang mungkin asing dan kini menjadi pusat perhatian. Banyak yang bertanya bagaimana ini bisa terjadi. Tapi kurasa Tuhan menyederhanakan itu menjadi “kehidupan”. Tak ada yang tahu bagaimana hal itu bekerja pada kita begitu juga padamu. Kehadiranmu sangat berarti, canda tawa, riang, semangat dan bagaimana aku bisa tahu semua ini? Cerita. Kisah. Pengalaman dan kerinduan mereka padamu. Itu yang menyimpulkan semuanya tentangmu.
Banyak manusia, banyak cara, tetapi kamu dan seperti inilah Tuhan memintamu. Tak adil mungkin tapi inilah “kehidupan”. Pernah suatu hari mereka bertanya “bagaimana, kapan dan kenapa?” mereka hanya bilang “tak usah dibahas” kepedihan dan kesedihan yang masih meratapi kehidupan tiap insan yang mengenalmu. Ya! Mengenalmu dan pernah jadi bagian dari hidupmu.
Pagi ini seakan runtuh begitu tahu kamu tak ada di sisi. Pagi ini terasa bukan bagian dari hari yang harus kami lalui, begitu tahu kamu pergi bahkan tak ada lagi bersama kami untuk hari-hari ke depan. Kami tahu bahwa kamu (sudah terlebih dahulu) menerima itu dengan kepastian. Ya, surga bersamamu sekarang sobat. Tak ada lagi yang harus dikhawatirkan. Banyak yang berharap lebih tapi Tuhan sudah memutuskan. Banyak yang berdoa tapi tak cukup untuk menghalangi rasa sayang Tuhan yang terlebih amat sempurna untukmu seorang. Kini, kami meminta untuk saling menguatkan dan mengikhlaskan atas apa yang terjadi, kepergianmu! berapa pun banyaknya kata yang telah tertoreh tak akan cukup menggantikan pengalaman berharga yang pernah ada. 
Dan siapa yang sangka, kamu pergi menyusul istri mu yang sudah terlebih dahulu pergi ke surga pada 8 juli 2011 lalu. aku yakin sekarang kalian sedang bercanda gurau bersama lagi dan melihat kami dari surga dengan tersenyum.
Teruntuk kamu yang kami sayangi, kami tahu Tuhan bersamamu sekarang. Kami tahu bahagia menyelimutimu sekarang. Satu permohonan, sisakan tempat untuk kami karena kita akan bersama (lagi) suatu saat nanti (pasti).

Here I am waiting. I’ll have to leave soon. Why am I holding on? We knew this day would come. We knew it all along. How did it come so fast? This is our last night but it’s late and I’m trying not to sleep cause I know when I wake. I will have to slip. And when the daylight comes I’ll have to go. But tonight I’m gonna hold you so close. Cause in the daylight we’ll be on our own but tonight I need to hold you so close.

I never want it to stop, because I don’t wanna start all over. I was afraid of the dark but now it’s all that I want ..”

Note:
For you, Budi S Harun ( Our Beloved Papah ), we know that your smile make us believe that Allah takes you with Him to the paradise .
Im going miss you, Pah. 

0 comment :

Post a Comment