Selalu ada saat dimana kamu butuh 24 jam untuk semua hal.
Dan ironisnya hanya akan selalu ada 24 jam dalam hidupmu.
Terkadang pergi adalah jalan keluar terbaik tetapi aku hanya bisa menunggu.
Terkadang tinggal menimbulkan luka tapi ini menyukakan hatiku.
Terkadang sulit hanya imajinasi pikiran dan mudah adalah jawaban sebenarnya.
Terkadang aku mengerti tetapi sebenarnya tidak.
Timbul dan hilang, terkadang hanya muncul di permukaan.
Aku sempat berpikir, apakah ini satu-satunya jalan? Terkadang kita saling menunggu hanya untuk tahu bahwa perjalanan kita tidak searah.
Terkadang rindu tetapi bahkan sang pujangga tak hadir dalam nyata.
Semu ini akankah berakhir atau memang takdirku untuk tetap diam dalam penantian?

0 comment :
Post a Comment