Friday, March 21, 2014

Cermin



Where are you?

I’m here! Coba buka hatimu. Aku sudah lama disitu. Tak kau sadari itukah?

Mana? Aku sudah membuka hatiku sejak lama tapi yang kutau kau lebih memilih kesana daripada mendiami hatiku.

Aku kesana hanya sementara. Cuma ingin memberimu kesempatan bersama yang lain.

Oh. Singgah sebentar. Nainih! Bahaya!

Karna kau pun juga menyilahkan yang lain singgah dihatimu.

Ya, karna aku tak merasakan hadirmu.

Bukan tak merasakan, tapi kamu terlalu asik dengan yang lain.

Berarti semua salahku?

Salahmu … jadi salahku juga! Bahagiamu, bahagiaku juga

Kadang menyesal itu sudah tak menjadi bagian terpenting  lagi dalam sebuah hubungan.

Iya! Lebih baik memperbaiki daripada menyesali.

Inisih judulnya “kamu bersamaku tapi tetap menoleh padanya” :(

Nah itu tugasmu meyakinkan aku, kalau kamu benar-benar sudah lelah mendatangkan mereka. Jadi aku punya sebuah pondasi yang gak gampang goyah untuk benar-benar bertumbuh bersamamu dikemudian.

Aku juga sudah lelah. Sekarang tugasku berpura-pura bahagia. Sukses bukan?

Pura-pura? what do you want with it? Look you’re so beautiful. Buat apa merugikan diri sendiri.

Still hurt me!!!

NO NO NO! Life must go on! forget him and GO GO GO!

I can’t :(

Menyedihkan sekali. Mari sini aku bantu sembuhkan.

Mirisnya itu akan terus ada melekat karna sudah sampai ke akarnya. Kehabisan cara. Putus asa.

Ya kamu harus cari batu pemecah untuk memecah yang sekarang.

Susah cari yang cocok.

KAMU SUDAH TAU RASANYA, TAPI KAMU MASIH TANYAKAN SEOLAH-OLAH TAK PERNAH TAU RASANYA!

Aku keras kepala!

Iya! Keras sekali. Hey mau sampai kapan???

Sampai aku lelah dengan sendirinya, Lihatlah suatu saat akan ada bendera putih yang besar sekali berkibar.

Lihat dirimu sekarang!! Kasihan sekali kalau hanya diam dalam sebuah cerita yang menguras hati. 

Masih banyak yang sayang sama kamu. Dan dia? Emang sudah pasti sayang?

Nainih namanya to the point!

Sampai kapan siksa diri sendiri?

Still can’t !! :(

Banyak yang mau bantu tapi kamu tidak mau dibantu. Karena kamu lebih senang menyiksa diri sendiri. Kamu bisa keluar dari lobang itu atau dian saja dan mati sia-sia di dalamnya. Segera keluar dari zona itu! Dia akan merasa menang!!

YA! DIA MEMANG TELAH MENANG

Dan kau akan membiarkan itu terus menerus? Kau akan biarkan dirimu menjadi bodoh untuk waktu yang lama?

Mungkin.

Cerita yang masih belum dapat ditebak akhirnya.

0 comment :

Post a Comment